jabar.jpnn.com, BOGOR - Insiden kebakaran dan ledakan yang terjadi di bangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Dusun Medali, Desa Medali, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, pada Kamis (13/8/2026), menjadi pengingat pentingnya penguatan aspek keselamatan dan manajemen risiko dalam operasional dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Perwakilan mitra sekaligus konsultan Yayasan Surya Telaga Cendekia dan Yayasan Humaira, Azka Muhammad Pinandito, mendorong seluruh pengelola dapur SPPG melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek keselamatan, keamanan operasional, serta perlindungan terhadap aset dan sumber daya manusia.
“Kejadian ini harus menjadi pembelajaran bersama. Dapur SPPG bukan hanya tempat produksi makanan, tetapi merupakan fasilitas operasional yang memiliki berbagai potensi risiko, mulai dari kebakaran, ledakan, kerusakan peralatan, kecelakaan kerja, hingga terhentinya kegiatan operasional,” ujar Azka, Minggu (16/8/2026).
Menurut Azka, pengelola dapur SPPG perlu memandang risiko operasional secara menyeluruh. Selain potensi gangguan terhadap kegiatan produksi, insiden di fasilitas dapur juga dapat berdampak terhadap bangunan, peralatan, pekerja, serta keberlangsungan pelayanan.
Asuransi Dinilai Sebagai Instrumen Manajemen Risiko
Azka mengatakan, asuransi dapat menjadi salah satu instrumen dalam manajemen risiko, bukan semata-mata produk finansial.
Bentuk perlindungan tersebut, menurut dia, dapat disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan masing-masing dapur SPPG.
Penyesuaian perlindungan dapat mempertimbangkan sejumlah aspek, seperti nilai bangunan, peralatan, aktivitas operasional, tenaga kerja, hingga potensi tanggung jawab hukum.



















































