Pemerintah Tempuh 8 Langkah Strategis Pulihkan NTT Pascagempa

1 hour ago 12

Pemerintah Tempuh 8 Langkah Strategis Pulihkan NTT Pascagempa

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto (tengah) dalam konferensi pers penanganan gempa NTT. Foto: Dokumentasi Badan Komunikasi Pemerintah.

jpnn.com - JAKARTA - Pemerintah menyiapkan delapan langkah strategis untuk memulihkan kondisi Nusa Tenggara Timur (NTT) pasca-gempa bumi bermagnitudo 7,7.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto mengatakan delapan langkah strategis ini wajib segera dieksekusi.

“Demi mempercepat evakuasi, pemenuhan logistik, hingga pemulihan awal wilayah terdampak,” ucap Suharyanto saat memimpin rapat koordinasi, pada Minggu (16/8).

Dia menjelaskan langkah pertama ialah pemerintah pusat mendorong pemda di enam kabupaten terdampak parah, yakni Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Ende, Nagekeo, dan Sikka, serta Pemprov NTT segera menerbitkan penetapan status darurat resmi.

Menurut dia, kepastian status hukum kedaruratan ini sangat vital agar BNPB, Kementerian Pekerjaan Umum (PU), dan lembaga terkait memiliki payung hukum untuk menyalurkan dukungan anggaran, serta bantuan teknis secara maksimal ke wilayah terdampak.

“Mohon hari ini segera dikeluarkan status daruratnya. Status kedaruratan ini perlu agar BNPB, kementerian/lembaga terkait dari PU dan lain sebagainya, bisa membantu secara maksimal," ungkap Suharyanto.

Poin kedua, kepala BNPB meminta percepatan pembentukan Pos Satuan Tugas (Posko) di tingkat kabupaten/kota hingga provinsi dengan mengoptimalkan peran unsur TNI-Polri sebagai komandan satgas.

Menurut dia, pembentukan posko kedaruratan daerah ini krusial agar seluruh pergerakan taktis, penataan pengungsi, serta pendistribusian logistik di tingkat lokal dapat terkendali dalam satu komando yang terintegrasi.

Pemerintah melakukan delapan langkah strategis untuk memulihkan NTT pascagempa bermagnitudo 7,7.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |