jogja.jpnn.com, YOGYAKARTA - PSIM Yogyakarta menunjukkan mental baja saat bertandang ke markas Semen Padang dalam lanjutan BRI Super League 2025/2026 di Stadion Haji Agus Salim pada Rabu (5/3). Meski harus bermain dengan 10 orang sejak babak pertama, Laskar Mataram berhasil memaksakan hasil imbang 0-0 hingga peluit panjang dibunyikan.
Laga sejatinya berjalan sengit sejak awal. Namun, petaka bagi tim tamu datang di paruh pertama ketika gelandang mereka, Fahreza Sudin, diusir keluar lapangan oleh wasit setelah menerima kartu merah.
Unggul jumlah pemain, Semen Padang langsung meningkatkan intensitas serangan. Namun, barisan pertahanan PSIM yang disiplin dan penampilan gemilang di lini belakang membuat tim berjuluk "Kabau Sirah" tersebut frustrasi. Hingga babak kedua berakhir, skor kacamata tetap bertahan.
Pelatih PSIM Yogyakarta Jean-Paul Van Gastel tidak bisa menyembunyikan rasa bangganya terhadap performa punggawa Laskar Mataram.
Menurutnya, hasil imbang di kandang lawan dengan kondisi kekurangan pemain adalah pencapaian luar biasa.
"Saya mengagumi tim saya atas semangat juang yang kami tunjukkan. Jadi, kami tidak hanya bisa bermain cukup baik, tetapi kami juga punya semangat juang," ujar juru taktik asal Belanda tersebut.
Van Gastel juga menambahkan bahwa mentalitas pantang menyerah ini bukan kebetulan semata, melainkan karakter yang mulai terbentuk di dalam tim.
Menurut dia, mentalitas para pemain telah teruji saat melawan tim besar seperti Bali United dan PSBS Biak. Tetap solid meski dalam posisi tertinggal gol maupun jumlah pemain.

















































