jabar.jpnn.com, DEPOK - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat menyusul munculnya berbagai keluhan dari orangtua siswa terkait pelaksanaan Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB) 2026.
Permintaan maaf tersebut disampaikan setelah beredarnya video seorang orangtua yang meluapkan kekecewaannya di Kantor Dinas Pendidikan Jawa Barat karena anaknya terancam tidak diterima di sekolah negeri.
Menurut Dedi, ketidakmampuan pemerintah dalam menyediakan sekolah negeri yang mampu menampung seluruh lulusan merupakan tanggung jawab penyelenggara negara dan tidak dapat dibebankan kepada masyarakat.
"Saya meminta maaf kepada masyarakat. Jika hari ini masih banyak orangtua yang kecewa karena anaknya tidak mendapatkan sekolah negeri, itu menjadi tanggung jawab kami sebagai penyelenggara negara," ujar Dedi, Kamis (11/6).
Dedi menilai kemarahan yang ditunjukkan sejumlah orangtua merupakan bentuk perjuangan agar anak-anak mereka dapat memperoleh pendidikan di sekolah negeri.
Ia menjelaskan, dalam proses pemetaan siswa, persaingan antarpendaftar menyebabkan sebagian calon murid mengalami penurunan peringkat sehingga peluang diterima menjadi lebih kecil.
Menurutnya, kasus yang viral tersebut terjadi karena adanya tambahan pendaftar baru, termasuk siswa yang sebelumnya tidak lolos seleksi Sekolah Maung dan kemudian mendaftar ke sekolah yang sama.
"Saya memahami ini sebagai perjuangan orangtua yang ingin anaknya masuk sekolah negeri," katanya.



















































