jabar.jpnn.com, KOTA BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi kembali menegaskan bahwa program-program yang digagasnya bukanlah kebijakan populis, melainkan untik memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang selama ini masih belum merata.
Hal tersebut merespons wacana yang berkembang di publik soal anggapan bahwa dirinya terlalu ambisius menjalankan program populer.
Menurut mantan Bupati Purwakarta itu, seluruh kebijakan yang dikerjakan saat ini berangkat dari keluhan dan kebutuhan warga.
"Hari ini ada wacana yang dikembangkan bahwa Gubernur Jawa Barat sangat ambisius terhadap program populis. Padahal yang kita kerjakan, yang kita selesaikan hari ini adalah kebutuhan dasar masyarakat dan itu layanan wajib yang harus dilaksanakan oleh pemerintah," kata Dedi dikutip Sabtu (10/1/2026).
Ia menekankan bahwa pembangunan sekolah merupakan kewajiban pemerintah daerah. Akses pendidikan harus dipastikan hingga tingkat SMA dan SMK agar tidak terus memicu persoalan saat penerimaan siswa baru.
"Kalau pemerintah provinsi tidak bangun sekolah, nanti teriak-teriak ketika penerimaan siswa baru karena ruang kelasnya tidak cukup," ucap Dedi.
Selain pendidikan, ia juga menyoroti penguatan layanan kesehatan sebagai kebutuhan mendesak. Menurutnya, Puskesmas dengan rumah sakit harus terkoneksi untuk memudahkan pelaksanaan layanan.
Dedi juga menyinggung persoalan warga yang belum memiliki akses listrik akibat kemiskinan. Kondisi tersebut tidak bisa dibiarkan terus terjadi.



















































