Deep State dan Negara Dalam Negara: Antara Realitas Kekuasaan, Birokrasi Permanen, dan Kepentingan Terselubung

11 hours ago 1

Oleh: Agus Widjajanto - Praktisi Hukum, Pemerhati Sosial Politik dan Budaya Bangsa, tinggal di Jakarta

 Antara Realitas Kekuasaan, Birokrasi Permanen, dan Kepentingan Terselubung

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Praktisi Hukum, Pemerhati Sosial Politik dan Budaya Bangsa, tinggal di Jakarta Agus Widjajanto. Foto: Dokumentasi pribadi

jpnn.com - Belakangan ini istilah Deep State atau "Negara Dalam Negara" makin sering muncul dalam berbagai diskusi politik, hukum, ekonomi, hingga pemberantasan korupsi.

Istilah ini bahkan menjadi salah satu kata kunci yang digunakan masyarakat untuk menjelaskan berbagai fenomena yang dianggap sulit dipahami secara kasat mata.

Mengapa sebuah kebijakan tetap berjalan meski presiden berganti? Mengapa jaringan korupsi dapat bertahan selama puluhan tahun?

Mengapa ada kasus besar yang baru terbongkar setelah bertahun-tahun tersembunyi?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut kemudian melahirkan dugaan adanya kekuatan yang bekerja di balik layar kekuasaan formal. Sebagian menyebutnya sebagai Deep State.

Namun, apakah Deep State benar-benar ada? Ataukah ia hanya teori konspirasi yang berkembang di tengah masyarakat?

Untuk memahami hal tersebut, kita perlu melihatnya secara lebih objektif dan akademis.

Memahami Makna Deep State

Istilah Deep State atau ‘Negara Dalam Negara’ makin sering muncul dalam berbagai diskusi politik, hukum, ekonomi, hingga pemberantasan korupsi.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |