jpnn.com - Belakangan ini istilah Deep State atau "Negara Dalam Negara" makin sering muncul dalam berbagai diskusi politik, hukum, ekonomi, hingga pemberantasan korupsi.
Istilah ini bahkan menjadi salah satu kata kunci yang digunakan masyarakat untuk menjelaskan berbagai fenomena yang dianggap sulit dipahami secara kasat mata.
Mengapa sebuah kebijakan tetap berjalan meski presiden berganti? Mengapa jaringan korupsi dapat bertahan selama puluhan tahun?
Mengapa ada kasus besar yang baru terbongkar setelah bertahun-tahun tersembunyi?
Pertanyaan-pertanyaan tersebut kemudian melahirkan dugaan adanya kekuatan yang bekerja di balik layar kekuasaan formal. Sebagian menyebutnya sebagai Deep State.
Namun, apakah Deep State benar-benar ada? Ataukah ia hanya teori konspirasi yang berkembang di tengah masyarakat?
Untuk memahami hal tersebut, kita perlu melihatnya secara lebih objektif dan akademis.
Memahami Makna Deep State






















































