jpnn.com, JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 mengalami pelebaran dari rencana awal.
Realisasi defisit tercatat mencapai 2,92% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Angka itu lebih tinggi dibandingkan rencana awal defisit yang dipatok sebesar 2,53%.
Secara nominal, nilai defisit tersebut mencapai Rp 695,1 triliun, melampaui target defisit dalam APBN yang sebelumnya ditetapkan sebesar Rp 616,2 triliun.
Purbaya menjelaskan pelebaran defisit itu konsekuensi dari strategi pemerintah untuk menopang perekonomian.
Dia menyadari adanya selisih antara realisasi pendapatan yang hanya 91% dengan belanja yang mencapai 95,3%.
"Anda pasti nanya kenapa enggak dipotong belanjanya? Supaya defisitnya tetap kecil," ujar Purbaya dalam agenda APBNKita, dikutip Jumat (9/1).
Namun, Purbaya menegaskan pemotongan belanja bukanlah opsi yang diambil pemerintah saat ekonomi sedang menurun.












.jpeg)









































