jatim.jpnn.com, SURABAYA - Komisi VII DPR RI merekomendasikan kepada Pemerintah Kota Surabaya untuk menutup sementara Kebun Binatang Surabaya (KBS) menyusul dugaan korupsi Rp10,2 miliar.
Langkah itu diperlukan supaya Pemkot Surabaya bisa melakukan evaluasi secara menyeluruh.
Menanggapi hal itu, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mempertanyakan dasar rekomendasi tersebut. Pasalnya, menurutnya permasalahan yang dihadapi KBS adalah bukan matinya satwa, tetapi soal korupsi.
"Loh kenapa? Dilihat. Ya, mungkin Komisi VII nya nanti bisa insyaallah bisa melihat. Jadi, yang terlihat itu apa karena kan berita ini sebenarnya bukan berita satwa mati," kata Eri di Kantor DPRD Surabaya, Senin (27/7).
Eri menjelaskan dugaan korupsi itu muncul setelah melihat catatan laporan deviden sebesar Rp16 miliar. Namun, fisiknya hanya Rp10 miliar.
"Makanya aku minta diperiksa bukan karena satwanya. Orang kalau tidak tahu ya akhirnya berkembang seperti itu," katanya.
Terlebih, beredar foto-foto satwa mati, padahal kejadian itu terjadi sebelum KBS dikelola pemerintah.
"Ada foto hewan yang mati-mati sudah lama itu. Wah tambah orang bingung kabeh," jelasnya.


















































