jateng.jpnn.com, DEMAK - Bencana banjir yang merendam sembilan desa di empat kecamatan di Kabupaten Demak memakan korban jiwa. Seorang anak berusia delapan tahun dilaporkan meninggal dunia setelah terseret arus banjir yang deras.
Korban diketahui berinisial AR (8), warga Dukuh Solodoko Wetan, Desa Trimulyo, Kecamatan Guntur.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Demak Agus Sukiyono membenarkan kejadian tersebut.
Peristiwa memilukan itu terjadi pada Jumat (3/4), saat tanggul jebol dan air meluap ke permukiman warga.
Menurut Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Demak Suprapto, korban saat itu tengah berjalan bersama orang tuanya di jalan desa yang sudah tergenang.
Tanpa disadari, derasnya arus menyeret tubuh kecil korban. Orang tua yang lengah sejenak tak mampu menyelamatkan anaknya dari terjangan banjir.
“Korban ditemukan tidak jauh dari lokasi kejadian pada Sabtu (4/4) sekitar pukul 10.00 WIB,” ujar Suprapto, Senin (6/4).
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi turun langsung meninjau lokasi banjir di Demak.
















































