Efek OECD Memangkas Proyeksi RI, Rupiah Menguat Terbatas Terhadap USD

10 hours ago 12

Efek OECD Memangkas Proyeksi RI, Rupiah Menguat Terbatas Terhadap USD

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Nilai tukar (kurs) rupiah pada perdagangan Jumat sore (5/6) menguat 13 poin dan berada di level Rp 18.036 per dolar AS (USD). Foto/Ilustrasi: Ricardo/jpnn

jpnn.com, JAKARTA - Nilai tukar (kurs) rupiah pada perdagangan Jumat sore (5/6) menguat 13 poin dan berada di level Rp 18.036 per dolar AS (USD) dari penutupan sebelumnya Rp 18.049 per USD. 

Pengamat Ekonomi, Mata Uang & Komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan rupiah hari ini masih dibayangi oleh pernyataan pemimpin Hizbullah Naim Qassem  yang menolak kesepakatan yang dimediasi AS antara Israel dan pemerintah Lebanon untuk menghentikan pertempuran. 

Di sisi lain, Iran telah menjadikan gencatan senjata di Lebanon sebagai syarat untuk setiap kesepakatan perdamaian dengan Washington.

Presiden AS Donald Trump mengatakan pada hari Kamis bahwa ia percaya kemajuan sedang dicapai antara Israel dan Lebanon dan Lebanon pantas mendapatkan perdamaian.

“Israel terus melakukan serangan udara di Lebanon selatan, yang memicu serangan balasan dari Hizbullah,” kata Ibrahim. 

Pejabat Israel mengisyaratkan pasukan tidak akan menarik diri dari Lebanon selatan atau menghentikan operasi di negara itu, setelah jeda singkat awal pekan ini. 

Menurut dia, perkembangan ini semakin melemahkan harapan akan kesepakatan perdamaian AS-Iran, mengingat Teheran telah berulang kali mengisyaratkan gencatan senjata Lebanon sangat penting untuk setiap perjanjian perdamaian yang langgeng.

Laporan awal pekan ini menunjukkan Iran telah menghentikan negosiasi tidak langsung dengan AS, setelah Teheran menuduh Washington melanggar gencatan senjata mereka dengan serangan baru-baru ini.

Nilai tukar (kurs) rupiah pada perdagangan Jumat sore (5/6) menguat 13 poin dan berada di level Rp 18.036 per dolar AS (USD)

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |