jatim.jpnn.com, TUBAN - Kelangkaan elpiji 3 kilogram atau gas melon di Tuban akhirnya direspons cepat oleh PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus.
Sebanyak 12.000 tabung tambahan digelontorkan untuk mengatasi antrean panjang warga yang sempat terjadi di sejumlah pangkalan.
Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus Iwan Yudha Wibawa membenarkan adanya kelangkaan elpiji 3 kilogram di Kabupaten Tuban.
“Di Tuban memang terjadi kelangkaan, ada pola konsumsi yang melonjak dari kewajaran. Kebetulan memang ada hari libur yang kebetulan biasanya kami tidak melakukan penyaluran. Untuk mengatasinya kami melakukan penyaluran," kata Iwan, Selasa (7/4).
Dia menjelaskan lonjakan konsumsi dipicu meningkatnya kebutuhan rumah tangga dan pelaku UMKM, serta adanya pergerakan masyarakat selama libur panjang.
“Di Tuban ini agak anomali dibanding daerah lain, konsumsi meningkat cukup tinggi, mungkin ada UMKM dan kemungkinan juga akses dari liburan daerah tempat tujuan berlibur sehingga peningkatan kebutuhan UMKM di atas kewajaran,” ujarnya.
Sebagai langkah cepat, Pertamina menyalurkan tambahan 12.000 tabung LPG 3 kilogram melalui skema operasi pasar dan extra dropping.
Sebelumnya, ratusan warga Desa Tuwiriwetan, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban harus rela antre berdesakan demi mendapatkan gas elpiji 3 kilogram, bahkan tidak sedikit warga yang pulang dengan tangan kosong karena kehabisan stok di pangkalan.

















































