jpnn.com, JAKARTA - Pesepak bola Fadly Alberto meminta maaf secara langsung seusai melakukan aksi tidak terpuji saat berlaga pada ajang Elite Pro Academy (EPA) U-20 2025/26.
Pemain kelahiran 22 Juni 2008 itu melakukan tendangan kungfu keras terhadap pemain Dewa United Banten yakni Nur Cholis.
Tendangan keras yang dilakukan pemain asal Timika itu sampai membuat Nur Cholis terjatuh.
"Secara khusus, saya minta maaf kepada rekan Nur Cholis dan juga tim Dewa United U-20 atas perbuatan buruk saya menendang dia," ujar pemain berusia 17 tahun itu.
Aksi yang dilakukan Fadly Alberto kemungkinan bakal berlanjut ke ranah hukum seusai manajemen Dewa United akan mengambil langkah konkret.
Presiden Dewa United Ardian Satya Negara menegaskan sikap resmi klub atas insiden tersebut.
Dewa United tidak akan mentoleransi segala bentuk kekerasan dalam sepak bola, khususnya di level usia muda.
“Kami mengecam keras insiden kekerasan yang terjadi di Semarang. Tindakan tersebut tidak dapat dibenarkan, terlebih terjadi dalam kompetisi usia muda yang seharusnya menjunjung tinggi nilai sportivitas dan pembinaan," ujar Ardian.




















































