jatim.jpnn.com, SURABAYA - Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak meminta bupati dan wali kota di wilayahnya mewaspadai dampak gejolak ekonomi global.
Ia menekankan pentingnya antisipasi terhadap inflasi, distribusi energi, hingga stabilitas harga kebutuhan pokok.
"Ibu Gubernur (Khofifah Indar Parawansa) melihat berkumpulnya bupati/wali kota di momen halal bihalal harus jadi kesempatan untuk kita produktif mengantisipasi kondisi global," kata Emil seusai diskusi di Surabaya, Rabu (25/3).
Menurut Emil, dinamika global, termasuk konflik di Timur Tengah, mulai berdampak pada jalur logistik dan biaya produksi. Dampak tersebut bahkan sudah dirasakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
"UMKM mulai mengeluhkan kenaikan harga plastik, bahan lainnya, pemerintah pusat berusaha menahan gejolak harga tetapi tentu kita harus juga antisipatif," ujarnya.
Dia mengungkapkan hasil simulasi pemerintah pusat bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Bank Indonesia, dan Bappenas menunjukkan dampak di Jawa Timur relatif lebih ringan dibanding daerah lain.
"Secara keseluruhan kita bersyukur simulasi Bappenas mengatakan bahwa dampak di Jawa Timur relatif tidak seberat simulasi di daerah lain," katanya.
Meski begitu, Emil mengingatkan capaian ekonomi Jawa Timur tidak boleh membuat lengah.


















































