jogja.jpnn.com, YOGYAKARTA - Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X bertemu dengan Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Fahri Hamzah di Kompleks Kepatihan pada Selasa (14/7).
Pertemuan selama kurang lebih dua jam itu membahas mengenai permukiman dan penataan kawasan perkotaan.
Sri Sultan mengatakan bahwa setiap daerah setiap daerah memiliki karakteristik tersendiri dan tantangannya.
Menurutnya, penataan kawasan semestinya harus melihat kondisi sosial masyarakat, daya dukung lingkungan serta filosofi ruang yang menjadi ruh sebuah daerah.
"Kalau melihat lokasi dan kondisi di lapangan tentu akan berkembang lagi berbagai kemungkinan desain dan pengembangannya," kata Sri Sultan.
Raja Keraton Yogyakarta itu menegaskan bahwa kajian teknis dan peninjauan lapangan penting agar konsep yang dirumuskan selaras dengan karakter kawasan.
Fahri Hamzah mengatakan DIY sebagai daerah yang berhasil menunjukkan pembangunan modern dapat berjalan dengan pelestarian nilai-nilai budaya.
"Pengalaman DIY sangat kaya dan bisa menjadi inspirasi dalam menata kota-kota Indonesia ke depan," kata Fahri. (mcr25/jpnn)



















































