kaltim.jpnn.com, SAMARINDA - Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kaltim Budi Widihartanto menyampaikan perkembangan terbaru terkait sistem pembayaran Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).
Budi menyebut jumlah pengguna QRIS di Kaltim menjadi 841.600.
Angka berdasarkan data per November 2025 tersebut menunjukkan adanya kenaikan dibandingkan bulan sebelumnya yang sebanyak 832.600 pengguna.
Menurut Budi, peningkatan pengguna QRIS di Kaltim terjadi berkat gencarnya sosialisasi yang dilakukan BI ke berbagai kalangan, mulai pedagang dan pelaku UMKM, masyarakat umum, kampus, sekolah, hingga berbagai komunitas.
"Sejalan dengan hal tersebut, jumlah merchant QRIS juga turut meningkat dibandingkan dengan bulan sebelumnya, yakni dari 763.100 pada Oktober menjadi 780.600 pada November 2025," kata Budi, Kamis (22/1)
Pada November 2025, lanjut dia, transaksi menggunakan QRIS dengan nominal Rp 1,8 triliun dengan volume sebanyak 17 juta transaksi.
Lebih lanjut, Budi mengatakan sosialisasi pentingnya QRIS merupakan bagian dari penguatan keuangan digital maupun Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT).
Namun demikian, pembayaran secara tunai tetap berlaku sebagai penegasan bahwa rupiah merupakan alat pembayaran sah di wilayah Republik Indonesia.



















































