jpnn.com, JAKARTA - Direktur Eksekutif Energy Watch Indonesia Ferdinand Hutahaean mendorong pentingnya percepatan konversi energi berbasis listrik, baik di sektor rumah tangga maupun transportasi.
“Konversi ke kompor listrik perlu segera dilakukan karena dapat menekan konsumsi LPG sekaligus memanfaatkan kelebihan pasokan listrik nasional. Kalau kompor gas beralih ke listrik, kelebihan daya bisa terserap dan beban subsidi berkurang,” ujar Ferdinand dalam keterangnya pada Kamis (26/3/2026).
Ferdinand menyebut konversi satu juta rumah tangga berpotensi menghemat jutaan tabung LPG per bulan serta menekan subsidi hingga ratusan miliar rupiah.
Jika dilakukan secara masif hingga puluhan juta rumah tangga, maka penghematannya akan makin signifikan.
Selain di sektor rumah tangga, penggunaan kendaraan listrik juga perlu terus didorong.
“Kendaraan listrik dapat menjadi solusi untuk mengurangi konsumsi bahan bakar minyak sekaligus meningkatkan efisiensi energi,” katanya.
Oleh karena itu, Ferdinand mendorong pemerintah memperkuat insentif bagi kendaraan listrik, baik roda dua maupun roda empat agar adopsinya semakin luas di masyarakat.
Menurutnya, energi listrik memiliki keunggulan karena dapat diproduksi dari berbagai sumber, sehingga lebih berkelanjutan dibandingkan energi fosil yang makin menipis.




















































