jpnn.com, JAKARTA - Forum Gerakan Moral Pendidikan Kalimantan Timur mendorong kampus bebas dari arena perebutan pengaruh politik.
Forum gabungan organisasi masyarakat dan akademisi itu menyampaikan peringatan keras kepada seluruh pihak bahwa kampus harus tetap menjadi ruang intelektual yang bebas, netral, dan independen.
Forum itu menjadi respons serius terkait dinamika Pemilihan Rektor Universitas Mulawarman (Pilrek Unmul) yang diduga adanya kepentingan politik praktis ke dalam ruang akademik.
Ketua Forum Pembauran Kebangsaan Syaharie Jaang mengatakan segala bentuk intervensi politik dalam proses akademik dianggap sebagai tindakan yang mencederai marwah Universitas Mulawarman serta mengkhianati masa depan generasi muda.
“Begitu politik praktis masuk ke kampus, maka yang rusak bukan hanya sistemnya, tetapi juga kepercayaan publik. Ini adalah garis merah yang tidak boleh dilanggar,” ungkap Syaharie, dalam pertemuan, baru-baru ini.
Syaharie menjelaskan forum ini telah menegaskan dengan sangat tegas bahwa dunia pendidikan, khususnya perguruan tinggi, haram hukumnya disusupi kepentingan politik praktis dalam bentuk apa pun.
Dia menegaskan setiap indikasi keterlibatan kekuatan politik dalam proses pemilihan pimpinan perguruan tinggi dipandang sebagai ancaman serius terhadap integritas akademik, penghancuran prinsip meritokrasi, serta bentuk kemunduran peradaban pendidikan.
Forum juga menilai pembiaran terhadap praktik tersebut bukan hanya merusak institusi pendidikan, tetapi juga berpotensi besar memicu ketegangan sosial dan konflik horizontal di tengah masyarakat Kalimantan Timur.






















































