jpnn.com, JAKARTA - Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Abdalfatah A.K. Alsattari, menyampaikan terima kasih atas dukungan dan konsistensi sikap Presiden Ke-5 RI yang juga Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri terhadap perjuangan Palestina melawan zionis Israel. Hal itu disampaikan Dubes Alsattari saat berkunjung ke kediaman Megawati di Menteng, Jakarta Pusat, Senin (25/5).
Dubes Alsattari memaparkan penderitaan rakyat Palestina yang masih terus berjuang hingga saat ini. Puluhan ribu bangunan dan rumah telah musnah, banyak nyawa melayang, dan kebanyakan korban adalah ibu serta anak-anak. "Yang juga menyedihkan, di antara korban tersebut termasuk juga 200 orang jurnalis harus merelakan nyawanya. Israel sedang menghancurkan harapan rakyat Palestina," urai Dubes Alsattari.
Ia menambahkan bahwa alasan Israel menyerang Palestina adalah Hamas. Padahal rumah sakit, sekolah, dan gereja bukanlah milik Hamas. Sekitar 200 jurnalis yang tewas juga bukanlah Hamas. Untuk itu, Dubes Palestina menghargai dan berterima kasih atas sikap konsisten Megawati yang terus menyuarakan kemerdekaan Palestina.
Menanggapi paparan tersebut, Megawati tampak terharu hingga menyampaikan tanggapannya sambil terisak. Ia mengingat perjuangan panjang bangsa Indonesia yang mengalami ketertindasan. Megawati juga bercerita bahwa ayahandanya, Presiden Pertama RI Soekarno, selalu menceritakan perjuangan rakyat Palestina yang ingin merdeka. "Saya sangat mengerti perjuangan dan makna perjuangan rakyat Palestina dan bangsa-bangsa yang ingin merdeka," ujar Megawati.
Megawati mengingatkan bahwa dalam Konferensi Asia-Afrika di Bandung pada 1955, kemerdekaan Palestina telah dikumandangkan. "Adalah hak semua bangsa untuk menentukan nasibnya sendiri. Saya selalu mendukung ide yang menyatakan bahwa Indonesia tidak akan menjalin hubungan diplomatik dengan Israel selama rakyat Palestina belum memperoleh kemerdekaannya," tegas Megawati.
Ia juga kembali menyerukan agar Perserikatan Bangsa-Bangsa harus direformasi dan meningkatkan perannya di tengah geopolitik yang bergolak. "Israel mungkin dapat menghancurkan secara fisik, namun saya yakin bahwa di setiap dada rakyat Palestina terdapat jiwa yang tidak mudah menyerah dan bergelora tekad kuat untuk merdeka. Sama seperti Indonesia, dan saya yakin suatu saat kemerdekaan Palestina yang paripurna akan tercapai. Sebagaimana Bung Karno juga berpesan untuk selalu mendukung kemerdekaan Palestina," urai Megawati.
Pertemuan diakhiri dengan Dubes Palestina menyelempangkan kafiyeh merah ke Megawati. Dubes juga mengangkat jari membentuk huruf V sebagai simbol kemenangan. Megawati pun kembali menyemangati Dubes dan rakyat Palestina. "Be strong," kata Megawati. Dubes Palestina menjawab dirinya dan rakyat Palestina terus berusaha kuat, serta mendoakan Megawati sehat. Sambil bercanda, Dubes Palestina mengajak Megawati adu panco. Dalam pertemuan itu, Megawati didampingi Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto, Ketua DPP PDIP Ahmad Basarah, Direktur Hubungan Luar Negeri Hanjaya Setiawan, dan politisi PDIP M. Guntur Romli. Sebelumnya, di hari yang sama, Megawati juga menerima Duta Besar India untuk Indonesia Sandeep Chakravorty di kediamannya. (tan/jpnm)






















































