jabar.jpnn.com, BOGOR - Front Pembela Islam (FPI) menitipkan surat kepada Presiden Prabowo Subianto yang berisi permintaan agar Indonesia menarik diri dari Board of Peace (BoP).
Permintaan tersebut disampaikan oleh Sekretaris Majelis Syura DPP Front Pembela Islam, Habib Hanif Alatas, setelah menghadiri undangan berbuka puasa bersama Presiden di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (5/3) malam.
“Memang tadi kami belum mendapat kesempatan berbicara secara langsung, tetapi kami menitipkan surat kepada Presiden. Dalam surat itu kami tetap meminta agar Republik Indonesia menarik diri dari BoP,” ujar Habib Hanif.
Menurut Habib Hanif, permintaan tersebut didasarkan pada ketidakpercayaan terhadap Amerika Serikat dan Israel, yang dinilai memiliki rekam jejak buruk dalam berbagai konflik internasional.
Ia menyatakan bahwa meskipun pihaknya menghargai niat baik pemerintah Indonesia, keterlibatan dalam BoP dikhawatirkan dapat menimbulkan persoalan baru, termasuk kemungkinan pasukan Indonesia berhadapan dengan pejuang Palestina di Gaza Strip.
“Kami percaya iktikad baik Presiden Republik Indonesia, tetapi kami tidak percaya Amerika dan Israel. Kami khawatir keterlibatan Indonesia justru menimbulkan masalah baru,” kata Hanif.
Habib Hanif menegaskan bahwa FPI tidak menolak jika Indonesia mengirimkan pasukan untuk membantu perjuangan kemerdekaan Palestina. Namun, pihaknya menolak jika pasukan tersebut berada di bawah komando Amerika Serikat.
Menurut dia, kondisi tersebut berpotensi memicu konfrontasi apabila pasukan Indonesia harus melucuti senjata kelompok pejuang Palestina di Gaza.


.jpeg)














































