jatim.jpnn.com, SURABAYA - Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surabaya (FK UMSURA) menciptakan inovasi berupa alat pemantau gula darah bernama GENDHIS (Glucose Easy Non-Invasive Daily Checker and Insight System).
GENDHIS diciptakan sebagai upaya menghadirkan solusi digital dalam pengelolaan diabetes melitus. Alat tersebut berfungsi memantau kadar glukosa darah berbasis aplikasi mobile yang terintegrasi dengan teknologi Internet of Things (IoT).
GENDHIS dikembangkan oleh tim mahasiswa FK UMSURA yang terdiri dari Indra Bayu Suta, Nabila Sarah Shafira, Aurellya Shafa Helsana, dan Mochamad Reza Irmansyah, dengan bimbingan Dr dr Nurma Yuliyanasari, M.Si dan dr Detti Nur Irawati, Sp.PD-FINASIM.
Anggota tim Nabila Sarah Shafiram mengatakan inovasi ini lahir dari tantangan kepatuhan pasien diabetes dalam melakukan pemantauan rutin kadar gula darah. Menurutnya, banyak pasien masih kesulitan melakukan kontrol harian karena metode pemeriksaan yang kurang praktis serta pencatatan data yang belum terintegrasi.
“GENDHIS kami rancang agar pasien bisa memantau kadar glukosa secara real-time melalui ponsel. Harapannya, pasien lebih sadar terhadap kondisi kesehatannya dan tidak menunda kontrol karena prosesnya dibuat sederhana dan nyaman,” ujar Nabila.
Dia menjelaskan aplikasi GENDHIS tidak hanya menampilkan angka glukosa, tetapi juga menyajikan grafik tren, pengingat konsumsi obat, serta fitur edukasi untuk membantu pengguna memahami kondisi tubuhnya.
Dengan pendekatan tersebut, GENDHIS diharapkan mampu mendorong perubahan perilaku pasien menuju manajemen diabetes yang lebih disiplin dan berkelanjutan.
Sementara itu, dosen pembimbing dr Nurma Yuliyanasari menilai GENDHIS sebagai inovasi kesehatan digital yang relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini, khususnya dalam penanganan penyakit kronis.



















































