jpnn.com, JAKARTA - Dewan Pengurus Komisariat (DPK) GMNI Panca Azimat Universitas Bung Karno (UBK) resmi mencanangkan diri sebagai pusat pergerakan intelektual mahasiswa di Jakarta.
Komitmen ini ditegaskan melalui penyelenggaraan pelatihan intensif bertajuk "Pelatihan Penulisan hingga Publikasi: Mengonstruksi Argumen, Mengunggah Berita, Mengelola Opini, dan Menguasai Media" yang digelar di Markas Persatuan Alumni GMNI Cikini Raya Menteng pada Jumat, 13 Maret 2026.
?Kegiatan yang dihadiri oleh seluruh kader GMNI se-UBK ini bertujuan untuk mengembalikan muruah mahasiswa sebagai kelompok pemikir yang mampu menguasai opini publik melalui tulisan dan data.
?Ketua Komisariat Panca Azimat, Bung Arya, menekankan gerakan mahasiswa tidak boleh hanya identik dengan aksi turun ke jalan.
Menurutnya, senjata utama kader GMNI dalam memperjuangkan Marhaenisme adalah gagasan yang terstruktur.
“Kader GMNI harus mampu menghidupkan pergerakan intelektual. Kita tidak hanya hadir di jalanan, tapi juga harus memengaruhi ruang publik melalui analisis dan ide yang tajam. Inilah langkah awal kita untuk menjadi barometer intelektual di Jakarta,” ujar Bung Arya dalam sambutannya.
?Dalam sesi materi, tokoh nasional Guntur Romli memaparkan bahwa penguasaan media adalah kunci dalam memenangkan pertarungan gagasan di era digital.
Dia mendorong para kader untuk meneladani Bung Karno yang mampu menggerakkan massa melalui tulisan yang provokatif namun berbasis data.



















































