Golok Ditemukan di Ambulans Saat Aksi Mahasiswa, Polisi Dalami Tujuannya

9 hours ago 27
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto saat pengamanan aksi penyampaian aspirasi oleh elemen mahasiswa yang berlangsung aman dan kondusif di Jakarta, Selasa (18/8/2026). Foto: Humas Polda Metro Jaya

KabarJakarta.comPolda Metro Jaya masih mendalami temuan satu bilah golok yang ditemukan di dalam mobil ambulans saat pengamanan aksi penyampaian aspirasi oleh elemen mahasiswa di Jakarta, Selasa (18/8). Selain golok, polisi juga menemukan satu bilah pisau dari seorang peserta aksi.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto membeberkan, golok tersebut ditemukan di dalam ambulans yang dikemudikan seorang pria berinisial MR. Sementara pisau ditemukan ketika petugas melakukan pemeriksaan terhadap peserta aksi berinisial AM.

Temuan benda tajam itu menjadi perhatian kepolisian meski rangkaian unjuk rasa secara umum berlangsung tertib. Polisi masih menyelidiki alasan kedua benda tersebut berada di lokasi aksi, termasuk tujuan membawa atau menyimpannya.

“Pelaksanaan penyampaian aspirasi secara umum sudah selesai, dan berjalan aman serta kondusif. Kami sampaikan terima kasih kepada rekan-rekan mahasiswa yang telah menyampaikan aspirasinya dengan tertib,” kata Budi di Jakarta, Selasa (18/8).

Menurut Budi, keberadaan golok di dalam ambulans menjadi bagian dari temuan yang perlu ditelusuri lebih lanjut. Kepolisian tidak ingin keberadaan benda berbahaya tersebut memicu persoalan di tengah kegiatan yang melibatkan banyak orang.

Penyelidikan itu juga penting, karena aksi mahasiswa merupakan bagian dari kebebasan menyampaikan pendapat di ruang publik. Namun, kebebasan tersebut tetap memiliki batas, terutama ketika terdapat benda yang berpotensi membahayakan peserta aksi, petugas, maupun masyarakat di sekitar lokasi.

Budi mengingatkan agar seluruh pihak tidak membawa benda tajam atau barang berbahaya ketika mengikuti aksi demonstrasi. “Langkah pencegahan penting untuk menjaga keselamatan seluruh pihak, baik peserta aksi, petugas pengamanan, maupun masyarakat di sekitar lokasi,” ujarnya.

Temuan golok tersebut berpotensi menjadi perhatian bagi gerakan mahasiswa. Pasalnya, aksi demonstrasi selama ini identik dengan penyampaian kritik dan tuntutan terhadap kebijakan pemerintah.

Karena itu, munculnya benda tajam di tengah aksi dapat menimbulkan persepsi negatif dan mengganggu pesan utama yang hendak disampaikan mahasiswa.

Meski demikian, kepolisian tetap mengapresiasi aksi mahasiswa yang secara keseluruhan berlangsung aman. Polisi juga mencatat seorang peserta berinisial AF sempat pingsan ketika kegiatan berlangsung.

Tim medis gabungan TNI dan Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Metro Jaya langsung memberikan pertolongan. AF kemudian dievakuasi ke RS Budi Kemuliaan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

“Alhamdulillah, kondisinya sudah sadar. Ini jadi bagian dari penanganan kemanusiaan dalam pengawalan aksi,” tutur Budi.

Dia menambahkan, “Jika ada peserta yang sakit atau pingsan, tim medis yang bersiaga di lapangan langsung memberikan penanganan cepat.”

Polda Metro Jaya memastikan pendalaman terhadap temuan pisau dan golok tetap dilakukan. Di sisi lain, kepolisian berharap mahasiswa dan seluruh elemen masyarakat dapat mempertahankan aksi yang tertib sehingga penyampaian aspirasi tetap berjalan tanpa menimbulkan risiko keselamatan maupun mencederai tujuan gerakan.

Read Entire Article
| | | |