jpnn.com, JAKARTA - PT Semen Indonesia (SIG) unjuk gigi di INTERCEM Asia 2026 untuk memperluas kolaborasi global dalam pengembangan inovasi bahan bangunan dan rantai pasok berkelanjutan.
Wakil Direktur Utama SIG, Andriano Hosny Panangian mengatakan langkah ini menjadi bagian dari transformasi SIG menuju bisnis yang lebih customer-centric dan bernilai tambah tinggi.
Langkah progresif ditunjukkan SIG dalam menggarap industri bahan bangunan melalui inovasi produk derivatif (turunan) untuk menciptakan pertumbuhan berkelanjutan.
Terlebih, bahan bangunan memiliki pasar yang sangat potensial di Indonesia.
Sebagai pemimpin di industri, SIG terus meningkatkan kapabilitasnya dengan menghadirkan beragam inovasi produk bahan bangunan dan mengoptimalkan jaringan operasional yang luas untuk menyokong kebutuhan konstruksi di seluruh wilayah Indonesia bahkan regional.
”Industri bahan bangunan di Indonesia memiliki ekosistem sangat besar, di mana industri semen baru berkontribusi sekitar 11% dari total biaya material konstruksi bangunan dan masih terdapat 89% potensi dari bahan bangunan lainnya yang bisa digarap," ujar Andriano di konferensi Leading Sustainable Building Solution for a Resilient Future dalam rangkaian INTERCEM Asia 2026 pada Rabu (15/4).
"Sementara SIG memiliki kemampuan distribusi dan network yang paling besar dan kuat di industri ini. Karena itu SIG bergerak ke arah bisnis yang lebih customer-centric dan value-driven dengan terus berinovasi menghadirkan produk derivatif,” imbuh Andriano.
Andriano pun menyoroti inisiatif peningkatan efisiensi energi untuk lebih adaptif menghadapi dinamika bisnis.





















































