jpnn.com, BANDUNG - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengaku akan menemui Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Rini Windyantini membahas masalah gaji honorer di dinas pendidikan Jabar yang belum dibayarkan. 1
Adapun pihaknya sudah menyiapkan dana untuk dicairkan, tetapi terkendala surat edaran Menpan RB.
"Uangnya ada, sudah teralokasikan, tetapi kan ada surat edaran Menpan RB yang kami tidak boleh membayarkan honorer," kata Dedi di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Rabu (22/4/2026).
Ia menuturkan apabila Pemprov Jabar membayarkan gaji honorer dikhawatirkan terdapat penyimpangan keuangan. Namun, keberadaan para guru dan tenaga honorer di sekolah sangat dibutuhkan.
"Nah, nanti kalau dibayarkan ada penyimpangan keuangan. Tapi mereka itu dibutuhkan untuk mengajar, untuk menjadi tata usaha dan untuk menjadi tenaga kebersihan sekolah, dibutuhkan," ujarnya.
Pekan depan, ia mengaku akan menemui Menpan RB untuk membahas terkait hal itu. Diharapkan dalam waktu dekat gaji honorer dapat cair.
"Untuk itu pekan depan saya akan menemui Menpan-RB," ujarnya.
Sebelumnya, Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Barat mengungkapkan 3.823 orang guru dan tenaga honorer di Jawa Barat belum digaji dua bulan yaitu Maret dan April tahun 2026.





















































