jpnn.com, JAKARTA - Rektor Universitas Tarumanagara (Untar) Prof. Amad Sudiro menegaskan perguruan tinggi tidak cukup hanya mengikuti perubahan, tetapi harus menjadi pihak yang menciptakan perubahan itu sendiri.
Penegasan tersebut disampaikannya di acara Halalbihalal Keluarga Besar Untar di Kampus I Untar, Jakarta, Kamis (2/4)
“Ke depan, kita harus berani melangkah lebih progresif dengan mengedepankan kreativitas, inovasi, dan kolaborasi lintas bidang,” ujar Prof. Amad Sudiro dalam keterangannya, Selasa (6/4).
Menurutnya, semangat tersebut perlu dibangun seiring momentum Idulfitri yang menekankan pentingnya refleksi dan pembaruan diri.
Hal itu tidak hanya berlaku secara personal, tetapi juga dalam pengelolaan institusi pendidikan tinggi.
Rektor Untar menambahkan, keharmonisan dan kebersamaan di lingkungan kampus menjadi fondasi penting untuk mendorong kontribusi nyata bagi kemajuan perguruan tinggi.
“Dari situlah lahir semangat baru untuk terus berkontribusi,” katanya.
Sementara itu, Ketua Pengurus Yayasan Tarumanagara Prof. Ariawan Gunadi menyampaikan tema Halalbihalal kali ini yang bertema “Beyond Forgiveness, Toward Unity”, mencerminkan ajakan untuk melampaui sekadar saling memaafkan menuju tindakan nyata dan penguatan persatuan.




















































