bali.jpnn.com, KUTA - Ketua Tim Task Force Hanura Patrice Rio Capella menegaskan bahwa DPP tidak akan ragu mengganti pengurus daerah yang dinilai lambat dan tak mampu mengikuti ritme kerja partai.
"Kami melakukan evaluasi per tiga bulan melalui aplikasi internal.
Ketika ada pengurus yang lambat, langsung kami ganti cepat dengan kader yang lebih energik," ujar Patrice Rio Capella di Kuta, Badung, Rabu (2/9).
Waketum DPP Partai Hanura ini mengungkapkan bahwa pergantian pengurus lambat telah diterapkan di sejumlah wilayah.
Ia mencontohkan kasus di DPC Pandeglang dan Kota Serang di Banten, yang terbukti langsung mempercepat pembentukan 35 PAC.
Secara nasional, Hanura menargetkan konsolidasi tingkat DPC rampung awal Oktober 2026.
"Dari 514 DPC, sekitar 470-an sudah terbentuk, sisanya dalam proses penetapan SK.
Target kami awal Oktober 100 persen DPC tuntas, dilanjutkan pembentukan pengurus di 7.300 kecamatan," kata Rio Capella.



















































