bali.jpnn.com, DENPASAR - Cuaca buruk masih menghantui Bali. Petani cabai pun ikut pening.
Untuk menyiasati gagal panen akibat cuaca buruk, petani cabai di Denpasar, Bali, mulai mengalihkan jenis tanaman yang ditanam dari cabai ke bunga.
“Kebanyakan anggota kami saat ini menanam bunga pacar air dan pandan,” kata Ketua Kelompok Wanita Tani Sumber Rejeki Peguyangan Kangin Wayan Murni dilansir dari Antara.
Menurut Wayan Murni, produksi cabai saat ini berkurang bahkan hanya bisa untuk kebutuhan sendiri karena mengalami gagal panen akibat cuaca buruk.
Serangan hama ikut membuat kualitas cabai menjadi turun.
Wayan Murni saat ini mengelola sekitar 30 are atau 3.000 meter persegi cabai yang sebelumnya saat cuaca normal, panen setiap 3-4 hari sekali bisa mencapai 20-25 kilogram.
Cabai dari kelompoknya dipasok ke sejumlah pasar tradisional di Denpasar termasuk salah satunya di Pasar Agung Peninjoan.
Wayan Murni memperkirakan saat ini pasokan cabai di pasaran tetap melimpah karena sudah memasuki panen massal dan juga dipasok dari luar wilayah Denpasar dan Bali.









.jpeg)









































