jatim.jpnn.com, SIDOARJO - Tim forensik Rumah Sakit Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong mengungkap hasil sementara autopsi terhadap jasad RYS (50), ASN asal Bangkalan yang ditemukan tewas di dalam mobil yang terpakir di Bandara Internasional Juanda, Rabu (24/6).
Dari pemeriksaan, petugas menemukan luka robek pada cuping telinga kiri akibat kekerasan benda tumpul serta sejumlah tanda yang lazim ditemukan pada kasus kematian karena mati lemas atau asfiksia.
Katim Humas Rumkit Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong AKBP Ni Made Wiatini mengatakan pemeriksaan luar terhadap korban menemukan luka robek pada cuping telinga kiri yang diduga akibat benturan benda tumpul.
“Selain itu ditemukan pelebaran pembuluh darah pada kedua selaput lendir kelopak mata serta kebiruan pada selaput lendir bibir atas dan bawah. Kelainan ini lazim ditemukan pada kasus mati lemas atau asfiksia,” kata Ni Made, Kamis (25/6).
Pada pemeriksaan bagian dalam tubuh, tim forensik menemukan lidah, epiglotis, dan saluran napas atas berwarna merah kehitaman. Kondisi serupa juga ditemukan pada dinding lambung korban.
Petugas juga menemukan tanda-tanda pembusukan yang telah terjadi pada seluruh organ tubuh korban. Berdasarkan temuan tersebut, korban diperkirakan telah meninggal lebih dari dua kali 24 jam atau sekitar dua hingga tiga hari sebelum ditemukan.
“Untuk waktu kematian diperkirakan sudah lebih dari dua kali 24 jam, sekitar dua sampai tiga hari,” ujarnya.
Terkait dugaan korban dalam kondisi hamil karena perut yang tampak membesar, hasil pemeriksaan memastikan hal tersebut tidak benar.

















































