Hasil RukyatulHilal di Jabar Nihil, Masyarakat Diminta Saling Menghormati Perbedaan 1 Syawal 1447 H

6 hours ago 12

Hasil RukyatulHilal di Jabar Nihil, Masyarakat Diminta Saling Menghormati Perbedaan 1 Syawal 1447 H

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Pengamatan hilal 1 Syawal 1447 Hijriah di Observatorium Albiruni Unisba, Kota Bandung, Kamis (19/3/2026). Foto: Nur Fidhiah Shabrina/jpnn.com

jpnn.com, JAKARTA - Observatorium Albiruni, Universitas Islam Bandung (Unisba) tidak berhasil melihat hilal dalam pemantauan hilal 1 Syawal 1447 Hijriah, pada Kamis (19/3).

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Barat (Kakanwil Kemenag Jabar) Dudu Rohman mengatakan, ada 7 titik yang disebar petugas dalam proses rikyatul hilal atau pemantauan hilal.

Dari tujuh titik itu, satu di antaranya dilaksanakan di Observatorium Albiruni Unisba.

"Hasil dari rukyatul hilal Jawa Barat dari 7 titik, hilal itu tidak terlihat. Pengamatan hilal di Unisba bahwa hilal ini masih jauh dari 1 derajat," kata Dudu.

Menurutnya, syarat sah hilal terlihat ada pada ketinggian sekitar +1 derajat 52 menit. Namun, sampai dengan matahari terbenam, petugas tidak berhasil melihat hilal.

Adapun penyebab hilal tidak terlihat ialah faktor cuaca yang mana cenderung hujan ringan.

"Penyebabnya, terutama cuaca. Kedua juga berkaitan karena ketinggian hilalnya belum memenuhi syarat," ujarnya.

Hasil pengamatan hilal yang dilakukan Kemenag Jabar dilaporkan kepada pusat untuk menjadi bahan rekomendasi sidang isbat.

Pengamatan hilal 1 Syawal 1447 Hijriah di 7 titik di Jawa Barat gagal terlihat dikarenakan faktor cuaca. Penentuan Lebaran menunggu Sidang Isbat oleh pusat.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |