Huru dan Hara Berakhir Duka, Keeper Ungkap Detik-Detik Kematian Anak Harimau Benggala

6 hours ago 18

Huru dan Hara Berakhir Duka, Keeper Ungkap Detik-Detik Kematian Anak Harimau Benggala

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Penampakan anak Harimau Benggala, Huru dan Hara, saat diperkenalkan kepada pengunjung Kebun Binatang Bandung pada 2025 lalu. Foto: Nur Fidhiah Shabrina/JPNN.com

jpnn.com, BANDUNG - Kematian Huru dan Hara, dua anak harimau Benggala di Kebun Binatang Bandung, menyisakan kesedihan mendalam bagi keeper yang sehari-hari merawat satwa karnivora tersebut.

Salah satunya dirasakan Yusuf Supriyatna. Bertugas sebagai keeper, Yusuf mengaku terkejut dan sedih saat mengetahui satwa yang dia rawat sejak kecil itu sudah tiada.

Huru dan Hara meninggal dalam waktu yang berdekatan. Mereka diduga terinfeksi virus Panleukopenia yang dibawa dari induknya.

Kedua anak harimau itu lahir dari induk Shah Rukh Khan dan Jelita.

"Lagi aktif-aktifnya, lagi gemas-gemasnya. Kalau dalam bahasa Sunda kembang buruan," kata Yusuf di Bandung Zoo, Jalan Tamansari, Kota Bandung, Jumat (27/3/2026).

Yusuf menuturkan sebelum Huru dan Hara lahir, ada beberapa harimau yang pernah lahir dan tumbuh sehat di Bandung Zoo.

Adapun ini pertama kalinya ada anak anak harimau yang mati di sini.

"Belum pernah, baru sekarang (kematian harimau). Bapak juga gemetar banget," ungkapnya.

Dua anak harimau Benggala, Huru dan Hara, mati beruntun di Bandung Zoo akibat virus Panleukopenia, meninggalkan luka mendalam bagi keeper.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |