jateng.jpnn.com, PURWOKERTO - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 5 Purwokerto membatalkan sejumlah perjalanan kereta api yang melintas di wilayahnya akibat insiden rangkaian kereta di Bekasi Timur, Jawa Barat, yang hingga kini masih dalam proses evakuasi.
Manajer Humas KAI Daop 5 Purwokerto M. As’ad Habibuddin mengatakan pembatalan dilakukan sebagai bagian dari rekayasa pola operasi demi menjaga keselamatan perjalanan dan pelanggan di tengah gangguan operasional.
“KAI Daop 5 Purwokerto menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada para pelanggan. Kami juga telah mengirimkan pemberitahuan melalui SMS dan WhatsApp terkait pembatalan perjalanan KA terdampak,” kata As’ad, Selasa (28/4).
Dia menjelaskan penanganan insiden sudah berlangsung sejak Senin (27/4) hingga Selasa (28/4). Pihak KAI terus berupaya agar jalur kembali normal secepat mungkin.
Berdasarkan data per pukul 08.00 WIB, sejumlah perjalanan KA yang dibatalkan pada 27 April 2026 meliputi:
- KA Mataram relasi Pasarsenen–Solo Balapan
- KA Singasari relasi Pasarsenen–Blitar
- KA Manahan relasi Gambir–Solo Balapan
- KA Progo relasi Pasarsenen–Lempuyangan
Sementara pembatalan pada 28 April 2026 meliputi:
- KA Purwojaya relasi Cilacap–Gambir dan Gambir–Cilacap
- KA Madiun Jaya relasi Madiun–Pasarsenen
- KA Mataram relasi Solo Balapan–Pasarsenen
- KA Singasari relasi Blitar–Pasarsenen
- KA Manahan relasi Solo Balapan–Gambir
- KA Progo relasi Lempuyangan–Pasarsenen
Menurut As’ad, pelanggan yang terdampak pembatalan akan mendapatkan pengembalian bea tiket sebesar 100 persen di luar biaya pemesanan.
“KAI memastikan pelanggan terdampak akan mendapatkan layanan sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk pengembalian bea tiket sebesar 100 persen di luar bea pesan untuk perjalanan yang dibatalkan oleh KAI,” ujarnya.


















































