jabar.jpnn.com, BEKASI - PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyampaikan permohonan maaf sekaligus duka cita mendalam atas insiden tabrakan antara kereta Commuter Line dan kereta api jarak jauh yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur.
Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, menyatakan bahwa seluruh upaya saat ini difokuskan pada penanganan korban serta proses evakuasi di lokasi kejadian.
Selain itu, percepatan pemulihan operasional perjalanan kereta juga dilakukan secara bertahap dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan.
“Dengan penuh keprihatinan, kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada korban meninggal dunia dan keluarga yang ditinggalkan, serta permohonan maaf kepada seluruh pelanggan terdampak,” ujar Bobby dalam keterangan resminya, seperti dilansir dari akun instagram PT KAI @commuterline pada Selasa (28/4).
Berdasarkan data sementara, insiden tersebut mengakibatkan 14 orang meninggal dunia dan 84 orang mengalami luka-luka. Seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis di sejumlah rumah sakit.
Kementerian Perhubungan bersama KAI, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), serta pihak terkait lainnya bergerak cepat dalam memberikan pertolongan secara intensif.
Upaya ini dilakukan guna memastikan seluruh korban memperoleh penanganan terbaik secepat mungkin.
Akibat peristiwa tersebut, KAI melakukan penyesuaian perjalanan kereta api, termasuk pembatalan sejumlah perjalanan kereta api jarak jauh pada 28 April 2026.


















































