jpnn.com, JAKARTA PUSAT - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menyebut Indonesia sebenarnya memiliki tradisi untuk mengirim pasukan perdamaian melalui Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Hal demikian dikatakan Hasto demi menanggapi pertanyaan awak media soal rencana Indonesia mengirim pasukan International Stabilization Force (ISF) di bawah kendali Board of Peace (BoP) ke Gaza, Palestina.
"Ya, dalam tradisi kita pengiriman pasukan, sejak dahulu pasukan perdamaian itu, kan, selalu melalui PBB," kata dia di kompleks GBK, Jakarta, Minggu (15/2).
Menurutnya, pengiriman pasukan perdamaian melalui PBB sebenarnya jalur resmi internasional untuk mewujudkan keadilan dunia.
"Itulah lembaga yang memang dibentuk untuk mengatur sistem internasional agar lebih berkeadilan, agar setiap bangsa punya kedudukan setara, dan juga agar Pancasila itu diterima sebagai bagian dari Piagam PBB," kata alumnus Universitas Pertahanan itu.
Hasto mengatakan Indonesia bisa menggalang kekuatan negara-negara Asia-Afrika dan Amerika Latin ketika terjadi kebuntuan mengirim pasukan perdamaian melalui PBB.
"Kita harus menggalang bangsa-bangsa Asia-Afrika-Amerika Latin yang merupakan kekuatan mayoritas yang ada di PBB, bukan membentuk suatu badan baru yang di luar mekanisme PBB. Itu yang diharapkan oleh PDI Perjuangan," kata dia.
Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI menyampaikan bahwa Indonesia tengah mempersiapkan untuk mengirim pasukan keamanan ke Gaza, Palestina, melalui International Stabilization Force (ISF).



















































