jpnn.com, JAKARTA - Pembaruan perangkat lunak untuk SUV premium Hyundai Palisade di Indonesia mulai berjalan, menyusul kasus kursi elektrik yang memicu penarikan kembali kendaraan tersebut di Amerika Serikat.
Chief Operating Officer Hyundai Motors Indonesia, Fransiscus Soerjopranoto memastikan proses pembaruan sistem dilakukan secara over the air (OTA).
Oleh karena itu, pemilik kendaraan tidak perlu datang ke bengkel untuk melakukan perbaikan.
“Itu mudah sekali kok, kami melakukannya melalui over the air atau OTA,” ujar Fransiscus di Jakarta.
Menurut dia, pembaruan software dilakukan sebagai langkah pencegahan agar potensi gangguan pada mekanisme kursi elektrik, tidak terjadi pada unit kendaraan di Indonesia.
Hyundai juga mengeklaim proses pembaruan sudah berlangsung dan sebagian besar unit terdampak telah menerima pembaruan sistem tersebut.
“Sudah berjalan dan hampir lebih dari setengah sudah ter-update programnya. Kalau programnya sudah diperbarui, mobil itu dinyatakan aman,” katanya.
Sebelumnya, Hyundai Palisade menjadi sorotan setelah muncul laporan insiden kursi elektrik di Amerika Serikat.






















































