jpnn.com - TEHERAN – Berikut informasi terbaru mengenai rencana perundingan Amerika Serikat-Iran setelah Israel menyerang Lebanon.
Diberitakan sebelumnya, tentara Israel melancarkan serangan udara besar-besaran di daerah Dahiyeh, sebelah selatan Beirut, Lebanon, pada Rabu (8/4).
Serangan tersebut tercatat sebagai gelombang terbesar sejak pecahnya konflik antara Israel dan kelompok pejuang Lebanon, Hizbullah, pada 2 Maret lalu.
Dilaporkan, jumlah korban tewas akibat serangan Israel sebanyak 254, termasuk 92 di Beirut.
Setelah Israel menyerang Lebanon, delegasi Iran beberapa kali menunda perjalanan mereka ke Islamabad (Pakistan) untuk melakukan pembicaraan dengan Amerika Serikat, demikian laporan penyiar Iran Press TV pada Jumat, mengutip sebuah sumber.
Pada hari yang sama, Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) JD Vance mengatakan delegasi AS menuju ke meja perundingan dengan “pedoman yang cukup jelas” dari Presiden AS Donald Trump.
Namun, hingga saat ini belum ada informasi mengenai kunjungan delegasi Iran.
Secara khusus, Iran memperingatkan bahwa serangan Israel dapat merusak jalannya perundingan, kata sumber tersebut kepada penyiar.






















































