jatim.jpnn.com, SURABAYA - Keluhan nyeri dan rasa kebas akibat neuropati masih menjadi masalah utama yang dialami banyak penyandang diabetes.
Kondisi inilah yang mendorong dosen Fakultas Keperawatan dan Kebidanan (FKK) Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) Iis Noventi mengembangkan sebuah terapi komplementer berbasis herbal yang kini telah memperoleh sertifikat paten.
Inovasi tersebut diberi nama Jatu Hydroterapi Herbal, sebuah metode perawatan dengan cara merendam kaki menggunakan air dingin yang dipadukan dengan racikan rempah alami.
Komposisi herbalnya terdiri dari lombok merah, jinten hitam, kunyit, delingu, jahe, kayu manis, cuka apel, serta garam laut.
Iis menjelaskan gagasan awal pengembangan terapi ini lahir dari pengamatannya terhadap pasien diabetes yang kerap mengeluhkan nyeri berkepanjangan hingga mengganggu aktivitas sehari-hari.
“Neuropati membuat penderita sulit beraktivitas. Saya ingin menghadirkan terapi pendamping yang sederhana, aman, dan bisa dilakukan secara mandiri,” ujarnya.
Pengembangan Jatu Hydroterapi Herbal mendapat dukungan pendanaan melalui program matching fund internal Unusa.
Dengan pendekatan evidence-based practice, Iis menyusun formulasi herbal yang tidak hanya mempertimbangkan khasiat, tetapi juga keamanan penggunaannya sebagai terapi komplementer.

















































