Instruksi Prabowo soal Bahasa Prancis Tidak Jelas, Organisasi Guru Lontarkan Kritik Pedas

4 hours ago 23

Instruksi Prabowo soal Bahasa Prancis Tidak Jelas, Organisasi Guru Lontarkan Kritik Pedas

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Ilustrasi - Guru mengajar di Madrasah. ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/wsj

jpnn.com, JAKARTA - Instruksi Presiden Prabowo Subianto agar sekolah-sekolah mempelajari Bahasa Prancis membuat para guru dan siswa sulit.

Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) menilai instruksi tersebut tidak jelas.

"Tak ada angin atau hujan, tiba-tiba Pak Presiden memerintahkan sekolah di semua tingkatan mengajarkan bahasa Prancis kepada murid," ucap Koordinator Nasional P2G Satriwan Salim, Jumat (29/5).

Bagi P2G instruksi Presiden ini dinilai tidak jelas, tidak terencana, terkesan terburu-buru, tanpa perencanaan matang, belum menjadi kebutuhan prioritas, dan dirasa lebih kepada basa-basi diplomatik belaka. 

"Instruksi Presiden Prabowo setahun lalu agar sekolah mengajarkan bahasa Portugis kepada murid saja belum terwujud hingga hari ini, kini ditambah lagi bahasa Prancis," lanjut Satriwan.

Lagipula memasukkan kurikulum bahasa Prancis dan Portugis di sekolah tidak menjadi prioritas dalan RPJMN berdasarkan Perpres No. 12 Tahun 2025 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2025-2029.

"Pemerintah tidak bisa membuat kebijakan pendidikan yang melenceng dari RPJMN yang sudah ditetapkan," kata Satriwan.

Dia menambahkan, kewajibkan pelajaran Bahasa Prancis di semua jenjang sekolah artinya mulai SD, SMP, SMA/sederajat akan menambah beban kurikulum bagi murid, mengingat struktur kurikulum nasional masih relatif padat mata pelajaran.

Instruksi Prabowo sekolah mengajarkan Bahasa Prancis bikin guru Sulit, P2G mengeritik keras

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |