jpnn.com, JAKARTA - Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Iwan Setiawan memberikan nilai nyaris sempurna terhadap Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Bersama MPR RI, DPR RI, dan DPD RI.
Menurut Iwan, pidato Presiden Prabowo kali ini bukan sekadar pidato politik, melainkan laporan pertanggungjawaban politik kepada rakyat yang ditopang oleh sejumlah capaian konkret dan angka-angka kinerja pemerintahan.
“Saya memberikan nilai 99,9. Ini bukan karena pidatonya bagus secara retorika saja, tetapi karena Presiden mampu menunjukkan bahwa kebijakan pemerintah mulai menghasilkan angka-angka yang terukur. Ada output, ada outcome, dan ada arah yang jelas,” ujar Iwan Setiawan.
Iwan juga menilai pidato Presiden kali ini jauh dari kesan blunder maupun kata-kata dan kalimat kontroversial yang menimbulkan polemik di publik.
Salah satu hal yang menjadi sorotan Iwan adalah perbaikan kinerja Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Setelah dilakukan koreksi dan pembenahan laporan, laba BUMN pada 2024 tercatat sekitar Rp 186 triliun. Kemudian pada 2025, laba BUMN meningkat menjadi sekitar Rp 326 triliun atau tumbuh sekitar 75,3 persen.
“Kenaikan laba BUMN menunjukkan adanya perbaikan tata kelola dan efisiensi yang signifikan. Ini bukan angka kecil. Ini menunjukkan aset negara dapat dikelola lebih produktif,” katanya.
Pada sisi penerimaan negara, dividen BUMN tahun 2024 mencapai Rp85,5 triliun.






















































