Iran Larang Pengiriman Senjata AS Lewat Selat Hormuz

22 hours ago 17

Iran Larang Pengiriman Senjata AS Lewat Selat Hormuz

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Ilustrasi Selat Hormuz, Iran. ANTARA/Anadolu/py.

jpnn.com - TEHERAN - Juru bicara militer Iran Mohammad Akraminia mengatakan bahwa Iran tidak akan mengizinkan Amerika Serikat mengirimkan senjata menuju pangkalan-pangkalan AS di Timur Tengah melewati Selat Hormuz.

“Mulai sekarang, kami tak akan mengizinkan senjata Amerika melintasi Selat Hormuz dan memasuki pangkalan-pangkalan regional," kata Akraminia seperti dikutip Press TV, Rabu (13/5).

Akraminia mengatakan bahwa bagian barat Selat Hormuz berada di bawah komando Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), sementara bagian timur dikendalikan tentara Iran.

Menurut dia, pengendalian yang terkoordinasi ini akan meningkatkan pengawasan dan kedaulatan Iran atas kawasan tersebut. “Sekaligus menghasilkan pendapatan hingga dua kali pendapatan minyak,” ungkapnya.

Pada 28 Februari, AS dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran. Serangan itu menyebabkan kerusakan dan menewaskan warga sipil. Iran kemudian membalas dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah.

Pada 7 April, AS dan Iran mengumumkan gencatan senjata selama dua minggu, yang dilanjutkan dengan pembicaraan di Islamabad, meski berakhir tanpa hasil.

Di tengah kebuntuan, Presiden AS Donald Trump memperpanjang penghentian permusuhan guna memberi Iran waktu mengajukan "proposal terpadu."

Eskalasi konflik tersebut mengganggu lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz, jalur utama pengiriman minyak dan gas dari negara-negara Teluk Persia ke pasar global, sehingga mendorong kenaikan harga bahan bakar. (antara/jpnn)

Iran melarang pengiriman senjata AS menuju pangkalan-pangkalan AS di Timur Tengah melewati Selat Hormuz.


Redaktur & Reporter : M. Kusdharmadi

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |