jpnn.com, ISTANBUL - Iran menolak gagasan gencatan senjata dengan Amerika Serikat (AS).
Iran khawatir jeda pertempuran dapat memungkinkan musuh-musuhnya untuk kembali berkumpul dan melanjutkan serangan.
“Gencatan senjata berarti jeda untuk membangun kembali kekuatan untuk melancarkan serangan baru. Tidak ada pihak rasional yang akan menerima itu,” kata Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei dalam konferensi pers, Senin.
Esmaeil mengatakan Iran hanya akan mempertimbangkan gencatan senjata jika ada jaminan untuk mencegah perang kembali terjadi.
Selain jaminan untuk mencegah siklus gencatan senjata dan konflik baru, Iran juga menuntut keputusan yang berkaitan dengan keamanan nasional.
“Harus memastikan tidak ada tindakan agresi lebih lanjut,” katanya.
Ketegangan kembali meningkat di Timur Tengah sejak AS dan Israel melancarkan serangan gabungan ke Iran pada 28 Februari 2026.
Serangan itu menewaskan sedikitnya 1.340 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei.



















































