Iran Sebut Ancaman AS Menyerang Fasilitas Energi sebagai Kejahatan Perang

2 hours ago 13

Iran Sebut Ancaman AS Menyerang Fasilitas Energi sebagai Kejahatan Perang

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Ilustrasi Iran meluncurkan rudal ke arah pangkalan-pangkalan militer AS di negara Teluk. /ANTARA/Anadolu/py. (Anadolu)

jpnn.com - TEHERAN - Iran merespons ancaman Amerika Serikat yang akan menyerang fasilitas energi mereka.

Kementerian Luar Negeri Iran pada Minggu (5/4), menyatakan Menlu Iran Abbas Aragchi mengatakan bahwa ancaman AS untuk menyerang fasilitas energi merupakan pengakuan kejahatan perang.

“Menteri Luar Negeri Iran, juga menyinggung ancaman AS untuk menyerang fasilitas energi Iran, menyebut pernyataan tersebut sebagai pengakuan yang jelas atas tindakan kejahatan perang,” demikian pernyataan kementerian melalui Telegram, menyusul percakapan telepon antara Araghchi dan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov.

Araghchi menyeru Dewan Keamanan PBB dan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) untuk segera mengutuk serangan AS terhadap fasilitas Iran, mengingat Washington telah menyerang infrastruktur industri dan energi, pendidikan, medis, dan nuklir Iran sejak awal serangan militer.

AS dan Israel telah melancarkan serangan terhadap Iran sejak 28 Februari, dan menewaskan lebih dari 1.300 orang, termasuk pemimpin tertinggi Iran saat itu, Ayatollah Ali Khamenei.

Teheran membalas dengan meluncurkan pesawat tak berawak dan rudal yang menargetkan Israel, serta Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS sebagai bentuk pertahanan diri. Iran juga telah membatasi pergerakan kapal melalui Selat Hormuz. (antara/jpnn)

Iran menegaskan bahwa ancaman AS yang akan menyerang fasilitas energi Iran merupakan kejahatan perang.


Redaktur & Reporter : M. Kusdharmadi

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |