jatim.jpnn.com, JOMBANG - Polres Jombang memperkuat pengamanan Istigasah Akbar Pra-Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang dijadwalkan berlangsung Kamis (20/8). Kegiatan tersebut diperkirakan dihadiri sekitar 5.000 jamaah. Polisi pun menyiapkan pengamanan lintas sektoral untuk memastikan seluruh rangkaian acara berjalan aman dan lancar.
Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan mengatakan pengamanan kegiatan yang melibatkan massa dalam jumlah besar harus dipersiapkan secara matang.
"Kami tidak boleh underestimate terhadap kegiatan yang mengundang banyak massa. Seluruh unsur harus melakukan persiapan dan koordinasi dengan baik," kata Ardi dalam keterangannya di Jombang, Rabu (19/8).
Menurut dia, mobilitas jamaah yang datang menggunakan berbagai jenis kendaraan menjadi salah satu perhatian utama kepolisian. Pengaturan arus lalu lintas dan kesiapsiagaan personel di sekitar lokasi juga menjadi bagian dari skema pengamanan.
Polres Jombang telah berkoordinasi dengan sejumlah unsur lintas sektoral, antara lain Satpol PP, Kodim 0814 Jombang, pemadam kebakaran, Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang, Dinas Perhubungan Kabupaten Jombang, pemerintah kecamatan, hingga pemerintah desa setempat.
Ratusan personel gabungan diterjunkan untuk mengamankan sejumlah ruas jalan menuju lokasi serta area pelaksanaan Istigasah Akbar.
Sementara itu, Ketua Panitia Istigasah Akbar Pra-Muktamar Ke-35 NU Gus Amin Yahya mengatakan sekitar 2.500 jamaah Ishari dijadwalkan mengikuti kegiatan tersebut. Jemaah tersebut antara lain berasal dari Surabaya dan Sidoarjo.
Selain jemaah, sejumlah pengurus Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) juga dijadwalkan hadir. Di antaranya Ketua PBNU, Rais Syuriah PBNU, dan Ketua Organizing Committee PBNU. Panitia juga menyiapkan pengamanan internal dengan melibatkan unsur Sigap Guru, Sigap Santri, dan Banser.


















































