jpnn.com, JAKARTA - Operasional Pertamina Gas 1 (PG1) dan Pertamina Gas 2 (PG2), dua kapal pengangkut LPG milik Pertamina Patra Niaga menjadi bagian penting dalam sistem distribusi energi nasional.
PG1 dan PG2 merupakan kapal kembar (sister ship) dengan spesifikasi identik yang dirancang untuk mengangkut Liquefied Petroleum Gas (LPG) dalam skala besar secara aman dan efisien.
Kedua kapal ini memiliki kapasitas muat sekitar ±80.000 metrik ton LPG per kapal, dengan deadweight tonnage (DWT) sekitar ±50.000 ton dan panjang kapal (length overall/LOA) sekitar ±225 meter.
Sebagai kapal tipe semi-refrigerated LPG carrier, PG1 dan PG2 dilengkapi sistem tangki bertekanan dan pendingin (pressurized/semi-refrigerated cargo tank) yang memungkinkan pengangkutan LPG dalam kondisi optimal.
Selain itu, kedua kapal juga dibekali berbagai sistem keselamatan berstandar internasional, mulai dari gas detection system, emergency shutdown system, hingga prosedur operasional ketat untuk memastikan keamanan selama pelayaran.
Dalam satu kali pelayaran, PG1 dan PG2 secara agregat mampu mengangkut sekitar ±80.000 metrik ton LPG.
Volume tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga kontinuitas pasokan energi bagi masyarakat, khususnya di wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara yang memiliki tingkat konsumsi LPG tinggi.
Sebagai negara kepulauan dengan lebih dari 17.000 pulau, distribusi energi Indonesia sangat bergantung pada transportasi laut.






















































