jogja.jpnn.com, YOGYAKARTA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, telah menyelesaikan pembangunan jembatan darurat dari bambu di tepi Sungai Oya, Desa Sriharjo, Imogiri.
Jembatan ini dibangun sebagai akses sementara bagi warga yang terisolir akibat longsor yang memutus satu-satunya akses jalan di wilayah tersebut pada Jumat sore (21/11).
Namun, Kepala Pelaksana BPBD Bantul Mujahid Amrudin menegaskan bahwa jembatan darurat sepanjang 220 meter ini hanya boleh dilalui oleh kendaraan bermotor roda dua dan pejalan kaki.
“Jembatan darurat dari bambu itu lebarnya dua meter, hanya bisa dilalui motor dan pejalan kaki. Untuk mobil tidak boleh lewat," kata Mujahid di Bantul, Sabtu (6/12).
Jembatan yang memiliki ketinggian satu meter ini dibangun sebagai langkah penanganan sementara pada masa tanggap darurat bencana, yang telah diperpanjang oleh Pemerintah Kabupaten Bantul hingga 19 Desember 2025.
Mujahid memperkirakan jembatan bambu ini mampu bertahan hingga satu tahun.
Bagi kendaraan roda empat atau mobil yang ingin menuju kawasan Wunut Sriharjo, BPBD Bantul menyarankan untuk tetap menggunakan jalur memutar melalui jembatan utama.
“Kami sarankan mobil tetap harus lewat Selopamioro, tidak lewat jembatan darurat, karena kan jembatan itu hanya dari bambu," jelasnya.



















































