jakarta.jpnn.com - Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Al-Washliyah (PP GPA) Aminullah Siagian menilai Menteri Komunikasi dan Digital (Menkodigi) Meutya Hafid gagal memberantas praktik judi online (judol).
Aminullah mengatakan maraknya judi online saat ini menunjukkan kegagalan serius negara dalam melindungi rakyat dari kejahatan digital terorganisasi.
Dia menyebut Presiden Prabowo Subianto telah berulang kali menyampaikan sikap tegas dan tanpa kompromi terhadap praktik judi online.
“Perintah Presiden Prabowo sangat jelas, terang, dan keras, yakni berantas judi online tanpa toleransi,” kata Aminullah, Jumat (16/1).
Aminullah menilai belum ada tanda keberhasilan pemberantasan judi online pada era Menkodigi yang baru.
“Judi online justru makin vulgar, makin sistematis, dan makin menjerat masyarakat kecil,” ujar Aminullah.
Menurutnya, kegagalan memberantas judi online bukan sekadar persoalan teknis, melainkan cerminan krisis kepemimpinan dan keberanian politik di Menkodigi.
“Judol bukan lagi kejahatan lokal. Ini adalah kejahatan lintas negara, lintas rezim digital, dan lintas kepentingan ekonomi gelap. Kalau Menkodigi hanya sibuk memblokir domain hari ini, besok muncul seribu domain baru. Itu bukan strategi, itu reaksi panik,” tegas Aminullah.

















































