jateng.jpnn.com, SEMARANG - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi puncak El Nino akan melanda di Kota Semarang, Jawa Tengah pada Juli hingga Agustus 2026. Sementara itu, awal musim kemarau mulai berlangsung pertengahan April ini.
Prakirawan Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang Ferry Oktarisa menjelaskan bahwa saat ini Ibu Kota Jawa Tengah berada dalam masa pancaroba.
Kondisi cuaca ditandai dengan panas terik pada siang hari yang kemudian berpotensi memicu hujan pada sore hingga malam.
“Pada siang hari, pemanasan permukaan bumi cukup kuat sehingga udara menjadi panas dan uap air naik. Kondisi ini membentuk awan tebal jenis cumulonimbus yang berpotensi menurunkan hujan,” ujarnya kepada JPNN.com, Rabu (8/4).
Menurutnya, hujan yang terjadi belakangan ini umumnya dipengaruhi faktor konvektif lokal. Pergerakan angin dari arah timur hingga tenggara membawa awan dari wilayah pegunungan dan dataran tinggi ke arah Semarang.
“Karena itu, hujan di Semarang saat ini masih sering terjadi pada sore hingga malam hari,” kata Ferry.
Ferry menjelaskan bahwa awal musim kemarau di Semarang terbagi dalam dua zona. Untuk wilayah Pantura diprediksi mulai pertengahan April, sedangkan Semarang bagian selatan pada awal Mei.
Memasuki pertengahan tahun, pengaruh El Nino diperkirakan makin terasa. Pemanasan suhu muka laut di Samudra Pasifik itu berdampak langsung pada penurunan curah hujan di Indonesia.

















































