jatim.jpnn.com, SURABAYA - Sejumlah kereta api dengan tujuan daerah operasial (Daop) 8 Surabaya mengalami keterlambatan kedatangan imbas KA Bangunkarta anjlok di Bumiayu.
Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya Mahendro Trang Bawono menyampaikan keterlambatan ini disebabkan adanya rekayasa pola operasi berupa perjalanan memutar melalui jalur alternatif sehingga menambah waktu tempuh perjalanan.
KAI Daop 8 Surabaya mencatat bahwa rata-rata keterlambatan perjalanan KA yang menuju wilayahnya berkisar antara 43 menit hingga 316 menit, tergantung pada lintas operasional dan antrean perjalanan KA di jalur alternatif.
"KAI terus berupaya melakukan pengaturan perjalanan secara optimal agar dampak keterlambatan dapat diminimalkan," ungkap Mahendro.
Mahendro menegaskan bahwa keterlambatan hanya terjadi pada kedatangan, sementara perjalanan KA yang berangkat dari stasiun-stasiun di wilayah Daop 8, seperti Surabaya Gubeng, Surabaya Pasarturi, dan Malang, tetap diberangkatkan tepat waktu.
Berikut KA-KA yang mengalami penambahan waktu tempuh perjalanan:
* KA Gayabaru Malam Selatan (90) relasi Stasiun Pasarsenen-Stasiun Surabaya Gubeng terlambat 316 menit
* KA Bima (8) relasi Stasiun Gambir-Stasiun Surabaya Gubeng terlambat 127 menit

















































