jpnn.com, MATARAM - Kadin Indonesia menegaskan investor asing lebih membutuhkan kepastian regulasi jangka panjang ketimbang sekadar situasi politik yang tenang untuk menanamkan modal.
Ketua Umum KADIN Indonesia Anindya Novyan Bakrie mengatakan dirinya telah berkunjung ke beberapa kawasan industri nasional yang banyak diisi oleh investor asal China dan membahas kondisi tersebut.
"Mereka mengatakan tidak peduli dengan hingar-bingar maupun kebisingan mengenai kebijakan. Bagi foreign direct investment bukan tentang ketenangan, tapi kepastian," ujarnya saat menghadiri acara pelantikan dan pengukuhan pengurus KADIN NTB di Mataram, Rabu.
Anindya menuturkan daya saing Indonesia masih sangat menarik bagi investor lantaran biaya produksi sepertiga China dan tetap memiliki akses pasar internasional hingga ke Amerika Serikat.
Ia meminta KADIN NTB bersama Pemerintah NTB untuk terus meyakinkan calon investor bahwa berbagai tantangan yang dihadapi saat ini merupakan bagian dari proses transisi menuju iklim investasi yang semakin baik.
"Tidak mungkin dalam berkembang tidak ada suatu tantangan dan peluang itu ada di balik tantangan," kata Anindya.
Lebih lanjut ia menegaskan KADIN harus mengambil peran sebagai katalisator investasi, baik penanaman modal dalam negeri (PMDN) maupun penanaman modal asing (PMA), sekaligus menjadi penghubung antara dunia usaha dan pemerintah.
KADIN diminta menjadi akselerator bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar mampu naik kelas melalui pendampingan pembiayaan, sertifikasi halal, peningkatan literasi digital, hingga perluasan akses pasar.






















































