Karyawan Barbershop di Surabaya Jadi Korban Penganiayaan saat Tonton Keributan

3 weeks ago 18

Rabu, 01 April 2026 – 17:32 WIB

Karyawan Barbershop di Surabaya Jadi Korban Penganiayaan saat Tonton Keributan - JPNN.com Jatim

Detik-detik pegawai barbeshop di Lakarsantri, Surabaya dianiaya orang tak dikenal saat tonton pertikaian. Foto: Source for JPNN

jatim.jpnn.com, SURABAYA - Isbat Ubaidillah karyawan outlet potong rambut atau berbershop di Jalan Sepat Lidah Kulon, Lakarsantri, Surabaya mendadak dianiaya orang tidak dikenal saat tak sengaja melihat keributan di depan tempat dia bekerja, Senin (30/3).

Pria berusia 27 tahun itu mengalami luka pada bibir sebelah kananya hingga harus dijahit akibat dianiaya oleh pelaku yang belum diketahui identitasnya tersebut.

Ubai mengumgkapkan kejadian itu bermula saat pelaku awalnya cekcok dengan pemotor lain dan berhenti di sekitar outlet potong rambut yang dia jaga sekitar pukul 12.00 WIB. Dia saat itu sedang duduk di depan karena belum ada pelanggan yang datang.

Ubai yang tak sengaja melihat keributan itu tiba-tiba dihampiri pelaku. Pelaku kemudian memarahinya saat sedang duduk dan mengatakan agar tak ikut campur urusannya dengan pemotor tersebut. Ubai saat itu kebingungan lantaran hanya kebetulan melihat.

"Dia tiba-tiba nyamperi saya dan marah-marah, bilang jangan ikut campur urusannya, padahal saya cuma duduk dan melihat," kata Ubay, Rabu (1/4).

Ketika pelaku mendekat, Ubaidillah reflek mendorongnya. Bukannya menjauh, pelaku melancarkan pukulan ke wajah korban hingga bibirnya robek dan harus dijahit.

Pelaku juga mencekik leher dan memukul kepala korban hingga meninggalkan benjolan dan lebam di beberapa bagian tubuh.

"Bibir sini sobek. Terus kening kepala sisi kanan, kepala belakang benjol. leher sini ya luka bekas cakaran. Terus bahu juga lebam. Pelaku pakai tangan kosong," ujarnya.

Detik-detik pegawai barbeshop di Lakarsantri Surabaya dianiaya OTK saat menonton pertikaian.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News

Read Entire Article
| | | |