jogja.jpnn.com, BANTUL - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bantul sedang bergerak masif dalam mengendalikan penularan penyakit campak yang belakangan ini mengalami peningkatan. Langkah prioritas yang diambil adalah dengan menggencarkan program imunisasi rutin dan imunisasi kejar yang menyasar anak usia satu bulan, 18 bulan, hingga siswa kelas satu Sekolah Dasar (SD).
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Bantul Samsu Aryanto mengatakan saat ini terdapat 44 kasus campak yang terdeteksi di wilayahnya.
Dari total tersebut, Kecamatan Banguntapan menjadi wilayah dengan temuan kasus tertinggi, yakni sebanyak 13 kasus. Sisanya tersebar di belasan kecamatan lain seperti Piyungan, Dlingo, Sedayu, Kasihan, Pleret, Sewon, hingga Pajangan.
Dalam upaya menekan angka penularan, Dinkes Bantul telah melaksanakan dua tahap imunisasi di 27 puskesmas.
"Sehubungan dengan meningkatnya kasus campak, saat ini sedang dilakukan program imunisasi kejar campak di Kabupaten Bantul," kata Samsu pada Kamis (23/4).
Pada tahap pertama, petugas berhasil memberikan imunisasi kepada 404 orang dari target 440 sasaran. Sedangkan pada tahap kedua, cakupan mencapai 499 orang dari total sasaran 531 orang.
Samsu optimistis persentase ini akan terus meningkat karena program imunisasi kejar masih terus berjalan di lapangan.
Kesuksesan cakupan yang rata-rata di atas 90 persen ini disebut tidak terlepas dari edukasi yang konsisten serta kolaborasi lintas sektoral yang melibatkan pihak kepolisian, TNI, KUA, hingga tokoh masyarakat di tingkat kelurahan dan dukuh.


















































